Melihat status crawled currently not indexed di Google Search Console memang bisa membuat panik. Artikel sudah diterbitkan, URL dapat dibuka, dan Google bahkan sudah mengunjunginya. Namun, halaman tersebut tetap belum muncul di hasil pencarian.
Kabar baiknya, status ini tidak selalu berarti website mengalami error berat. Artinya, Google sudah melakukan crawling terhadap URL, tetapi belum memasukkannya ke indeks. Google juga menjelaskan bahwa halaman tersebut mungkin saja diindeks pada masa mendatang, meskipun tidak ada jaminan.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Anda perlu memastikan bahwa halaman memang layak diindeks, tidak memiliki masalah teknis, menawarkan nilai yang jelas, dan mudah ditemukan melalui struktur website. Mari kita bahas langkahnya satu per satu.
Daftar Isi
ToggleApa Arti Crawled Currently Not Indexed?
Crawled currently not indexed berarti Googlebot sudah mengakses dan membaca halaman Anda, tetapi Google belum menyimpan halaman tersebut di indeks pencarian.
Sederhananya, bayangkan Google sebagai pengelola perpustakaan. Crawling adalah proses petugas menemukan dan memeriksa sebuah buku. Sementara itu, indexing adalah proses memasukkan informasi buku tersebut ke dalam katalog.
Jadi, buku yang sudah diperiksa belum tentu langsung masuk katalog.
Karena belum berada di indeks, halaman biasanya tidak dapat tampil untuk kueri pencarian biasa. Namun, status ini bisa berubah setelah Google melakukan evaluasi atau crawling ulang.
Menurut dokumentasi Google Search Console, status tersebut bukan selalu sebuah error. Google menyatakan bahwa URL sudah di-crawl, belum diindeks, dan tidak perlu dikirim berulang kali hanya untuk meminta crawling.
Apa Arti “Belum Diindeks”?
“Belum diindeks” berarti informasi halaman belum disimpan di database Google Search sebagai halaman yang dapat dipertimbangkan untuk ditampilkan pada hasil pencarian.
Perlu dipahami bahwa bisa diakses oleh pengunjung tidak sama dengan sudah diindeks Google. Sebuah halaman dapat aktif, memiliki status HTTP 200, dan ditemukan Googlebot, tetapi tetap tidak masuk indeks.
Google Search bekerja melalui tiga tahap utama:
- Crawling: Google menemukan lalu mengunduh teks, gambar, video, dan sumber daya halaman.
- Indexing: Google menganalisis isi halaman, memahami topik, memproses metadata, dan memilih versi kanonis.
- Serving: Google menampilkan hasil yang dianggap paling relevan saat pengguna melakukan pencarian.
Tidak semua halaman berhasil melewati seluruh tahap tersebut. Bahkan jika halaman memenuhi persyaratan teknis dasar, Google tidak menjamin bahwa halaman pasti di-crawl, diindeks, atau ditampilkan.
Apakah Crawling Sama dengan Indexing?
Tidak. Crawling dan indexing merupakan dua proses yang berbeda.
Crawling berfokus pada penemuan dan pengambilan halaman. Googlebot mengikuti link, membaca sitemap, serta mengunjungi URL baru atau yang diperbarui.
Sementara itu, indexing terjadi setelah crawling. Pada tahap ini, Google mencoba memahami isi halaman, menilai konten utama, membaca tag penting, dan mengelompokkan halaman yang mirip.
Google kemudian dapat memilih satu URL sebagai versi kanonis.
Dengan demikian, halaman yang sudah di-crawl belum tentu diindeks. Google masih perlu memproses konten dan memutuskan apakah halaman tersebut layak dimasukkan ke indeks.
Perbedaan Crawled dan Discovered Currently Not Indexed
Dua status ini terlihat mirip, tetapi memiliki arti yang berbeda.
Crawled – Currently Not Indexed
Google sudah mengunjungi halaman dan membaca isinya. Namun, Google belum memasukkan halaman tersebut ke indeks.
Pada kondisi ini, tanggal crawling terakhir biasanya tersedia di laporan Page Indexing atau URL Inspection.
Discovered – Currently Not Indexed
Status ditemukan saat ini belum diindeks berarti Google mengetahui URL tersebut, tetapi belum melakukan crawling. Google mungkin menemukan URL melalui sitemap atau link internal.
Dokumentasi Search Console menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya terjadi ketika Google ingin meng-crawl URL, tetapi memperkirakan aktivitas tersebut dapat membebani website. Akibatnya, crawling dijadwalkan ulang dan kolom tanggal crawling terakhir masih kosong.
Secara sederhana, perbedaannya adalah:
- Discovered: Google mengetahui URL, tetapi belum membaca halamannya.
- Crawled: Google sudah membaca halaman, tetapi belum memasukkannya ke indeks.
Penyebab Crawled Currently Not Indexed
Google tidak selalu memberikan satu alasan pasti. Karena itu, diagnosis perlu dilakukan dengan melihat kualitas halaman, rendering, struktur situs, dan sinyal teknis.
1. Konten Belum Memberikan Nilai yang Cukup
Halaman mungkin terlalu singkat, generik, berulang, atau tidak benar-benar menjawab kebutuhan pencari.
Contohnya adalah artikel yang hanya merangkum halaman lain tanpa menambahkan pengalaman, contoh, data, atau penjelasan baru.
Google menyarankan pemilik website membuat konten yang bermanfaat, dapat dipercaya, lengkap, dan ditujukan untuk manusia. Konten sebaiknya membuat pembaca merasa sudah mendapatkan jawaban yang cukup untuk menyelesaikan tujuannya.
2. Konten Duplikat atau Sangat Mirip
Jika beberapa URL memiliki isi yang hampir sama, Google dapat mengelompokkannya dan memilih satu URL kanonis. Versi lainnya mungkin tidak diindeks secara terpisah.
Duplikasi sering muncul dari:
- Parameter URL.
- Halaman kategori dan tag.
- Halaman versi cetak.
- Versi HTTP dan HTTPS.
- Versi dengan dan tanpa
www. - Konten yang diterbitkan ulang.
- Filter produk atau navigasi berfaset.
Google menggunakan berbagai sinyal seperti redirect, sitemap, HTTPS, dan rel="canonical" untuk menentukan URL yang paling mewakili kelompok tersebut.
3. Halaman Terlihat Tidak Lengkap bagi Googlebot
Pengunjung mungkin melihat halaman secara normal. Namun, Googlebot bisa saja menerima halaman kosong atau hanya melihat sebagian konten.
Hal ini dapat terjadi ketika konten utama bergantung pada JavaScript, sumber daya penting diblokir, server lambat, atau proses rendering gagal.
Google menyarankan penggunaan URL Inspection untuk melihat halaman sebagaimana diproses Google. CSS, JavaScript, gambar, serta konten utama perlu dapat dimuat dengan benar.
4. Internal Link Terlalu Lemah
Halaman yang hanya tercantum di sitemap, tetapi tidak mendapat link dari halaman lain, dapat terlihat kurang penting. Kondisi tersebut sering disebut sebagai orphan page.
Google menggunakan link untuk menemukan halaman baru dan memahami relevansinya. Internal link dengan anchor text yang jelas membantu pengguna serta Google memahami hubungan antarhalaman.
5. Masalah Teknis Pengindeksan
Beberapa kesalahan teknis dapat menghambat proses indexing, misalnya:
- Meta robots atau header
X-Robots-Tagberisinoindex. - Canonical mengarah ke URL lain.
- Server mengembalikan error.
- Halaman terdeteksi sebagai soft 404.
- Konten penting hanya muncul setelah interaksi pengguna.
- URL mengalami redirect yang tidak tepat.
- Halaman tidak konsisten saat diakses Googlebot.
Tag noindex memang digunakan untuk mencegah halaman masuk indeks. Karena itu, pastikan tag tersebut tidak terpasang secara tidak sengaja pada halaman penting.
Cara Memperbaiki Status Sudah Di-Crawl tetapi Belum Diindeks
Tidak ada tombol ajaib untuk menjamin indexing. Namun, beberapa langkah berikut dapat meningkatkan peluang halaman diproses dengan benar.
1. Pastikan Halaman Memang Perlu Diindeks
Jangan memaksa semua URL masuk Google.
Halaman login, keranjang belanja, hasil pencarian internal, filter, tag tipis, dan halaman duplikat biasanya tidak perlu menjadi landing page pencarian.
Fokuskan upaya pada halaman yang memiliki tujuan jelas, membantu pengguna, dan layak menerima trafik organik. Laporan Page Indexing sendiri menegaskan bahwa halaman tidak diindeks belum tentu menandakan error.
2. Periksa URL dengan URL Inspection
Buka Google Search Console, lalu tempel URL pada kolom inspeksi. Selanjutnya, periksa beberapa bagian berikut:
- Apakah crawling diizinkan?
- Apakah indexing diizinkan?
- Kapan terakhir Google melakukan crawling?
- Apa canonical yang dipilih Google?
- Apakah halaman dapat diambil dengan normal?
- Apakah konten hasil rendering sudah lengkap?
Kemudian, jalankan Test Live URL. Bandingkan hasil HTML dan tampilan halaman dengan yang dilihat pengguna.
Langkah ini membantu menemukan masalah yang tidak terlihat dari browser biasa.
3. Pastikan Respons Teknisnya Benar
Halaman penting sebaiknya mengembalikan status HTTP 200, tidak memakai noindex, tidak diblokir secara keliru, dan memiliki canonical yang sesuai.
Jika halaman merupakan versi utama, gunakan self-referencing canonical yang mengarah ke URL itu sendiri. Selain itu, pastikan URL kanonis konsisten pada internal link, redirect, dan sitemap.
Namun, perlu diingat bahwa canonical merupakan sinyal atau petunjuk. Google tetap dapat memilih URL lain jika sinyal halaman saling bertentangan.
4. Tingkatkan Isi Konten secara Nyata
Jangan sekadar menambahkan paragraf agar artikel terlihat lebih panjang. Perbaikan harus membuat halaman lebih berguna.
Anda dapat menambahkan:
- Jawaban langsung pada bagian awal.
- Contoh nyata atau studi kasus.
- Langkah kerja yang dapat dipraktikkan.
- Gambar, tabel, atau ilustrasi relevan.
- Penjelasan istilah untuk pemula.
- Informasi penulis dan pengalaman yang mendukung.
- Tanggal pembaruan jika topik mudah berubah.
- FAQ yang berkaitan dengan kebutuhan pembaca.
Pastikan halaman memiliki fokus yang jelas. Hindari membuat beberapa artikel yang bersaing untuk topik dan search intent yang sama.
5. Gabungkan Halaman yang Saling Bersaing
Jika Anda memiliki beberapa artikel dengan topik dan intent yang hampir sama, pilih halaman terbaik.
Gabungkan informasi penting ke halaman tersebut. Setelah itu, arahkan URL yang tidak diperlukan menggunakan redirect 301 jika konteksnya masih relevan.
Cara ini membuat sinyal konten lebih terpusat dan mengurangi kebingungan kanonis. Namun, jangan memakai canonical untuk halaman yang sebenarnya membahas topik berbeda.
6. Tambahkan Internal Link yang Relevan
Tautkan halaman dari artikel yang sudah diindeks, halaman kategori utama, atau halaman hub yang berkaitan.
Gunakan anchor text deskriptif, bukan teks umum seperti “klik di sini”.
Sebagai contoh, artikel tentang technical SEO dapat menautkan ke halaman ini dengan anchor cara mengatasi crawled currently not indexed.
Pastikan link menggunakan elemen <a> dengan atribut href agar mudah diikuti crawler.
7. Perbarui dan Kirim Sitemap
Masukkan hanya URL kanonis yang ingin Anda tampilkan di hasil pencarian.
Jangan memenuhi sitemap dengan URL redirect, error, duplikat, atau halaman noindex.
Sitemap membantu Google mengetahui halaman yang Anda anggap penting. Untuk banyak URL, Google juga menyarankan pengiriman sitemap melalui Search Console.
8. Minta Indexing Setelah Perbaikan
Setelah melakukan perubahan yang berarti, gunakan URL Inspection dan klik Request Indexing.
Lakukan satu kali, kemudian tunggu proses evaluasi. Jangan menekan tombol tersebut setiap hari untuk URL yang sama.
Google menjelaskan bahwa crawling ulang dapat membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu. Mengirim permintaan berkali-kali tidak membuat proses berjalan lebih cepat. Selain itu, permintaan crawling tidak menjamin halaman masuk hasil pencarian.
9. Pantau Hasil dan Evaluasi Situs secara Menyeluruh
Periksa kembali URL setelah beberapa waktu. Lihat apakah status berubah menjadi indexed, tetap sama, atau Google memilih canonical lain.
Jika ratusan halaman berkualitas mengalami masalah serupa, jangan hanya memperbaiki satu URL. Audit pola yang muncul pada:
- Template halaman.
- Halaman kategori.
- Pengaturan canonical.
- Struktur internal linking.
- JavaScript.
- Kecepatan server.
- Sitemap.
- Kualitas kelompok konten.
Untuk website yang sangat besar, efisiensi crawling dan kapasitas server juga dapat menjadi faktor.
Checklist Perbaikan Crawled Currently Not Indexed
Sebelum meminta indexing ulang, pastikan:
- Halaman memang layak muncul di Google.
- URL mengembalikan status HTTP 200.
- Tidak ada tag
noindex. - Canonical mengarah ke URL yang benar.
- Konten utama tampil pada hasil rendering.
- Artikel unik, lengkap, dan menjawab search intent.
- Tidak ada artikel lain dengan intent dan isi yang hampir sama.
- Internal link relevan sudah ditambahkan.
- URL kanonis tercantum di sitemap.
- Request Indexing dilakukan setelah perubahan penting.
Kesimpulan
Status crawled currently not indexed berarti Google sudah membaca halaman Anda, tetapi belum memasukkannya ke indeks.
Status ini berbeda dengan discovered currently not indexed, yaitu ketika Google baru mengetahui URL dan belum mengunjunginya.
Solusi terbaik bukan mengirim permintaan indexing berulang kali. Sebaliknya, pastikan halaman bebas dari masalah teknis, memiliki canonical yang tepat, dapat dirender dengan lengkap, mendapat internal link, serta menawarkan informasi yang unik dan bermanfaat.
Setelah memperbaiki bagian yang benar-benar bermasalah, kirim satu permintaan indexing dan pantau hasilnya.
Fokuslah pada kualitas dan kejelasan halaman. Dengan pendekatan tersebut, peluang halaman untuk masuk indeks akan lebih baik sekaligus memberikan pengalaman yang lebih berguna bagi pembaca.